Terserang penyakit maag atau gastritis memang cukup menyiksa. Jika maag sudah menyerang, perut terasa nyeri seperti ditusuk-tusuk jarum ckit..ckit..ckit..ckit... Bahkan, reaksi maag yang berlebihan bisa menimbulkan rasa mual, muntah, dan regurgitasi (rasa asam yang naik sampai ke kerongkongan). Selain itu, bisa juga timbul keluhan lain, seperti kembung dan nafsu makan berkurang.
Makanya jangan pernah anggap sepele penyakit lambung ini. Banyak orang mengganggap gangguan fungsi lambung ini sebagai sakit perut biasa. Padahal, jika dibiarkan bisa berakibat fatal, yakni bisa menjadi kanker tukak lambung.
Asam lambung berlebih
Dalam dunia kedokteran, penyakit ini dikenal sebagai dispepsia. Pemicunya adalah tingginya kadar asam dalam lambung. "Itu terjadi karena meningkatnya produksi asam lambung," ujar Mulyadi Tedjapranata, pakar kesehatan dari klinik Medizone.
Asam lambung memang diperlukan untuk pencernaan makanan. Tapi, dalam jumlah terlalu tinggi, asam ini dapat menyebabkan iritasi dinding lambung. Inilah yang menyebabkan sakit dan perih pada perut. Sering telat makan bisa memicu munculnya penyakit tukak lambung ini. Sebab, perut kosong merangsang produksi asam lambung berlebihan. "Makanya, perut jangan sampai kosong," timpal Anastacia Japri, pakar kesehatan dari Novell Pharmaceutical Laboratories (tapi bukan kata Anastacia aja, ayah juga bilang kayak gitu >_<) Meski begitu, kalian tidak boleh menyantap makanan secara sembarangan. Soalnya, mengonsumsi makanan pedas, cokelat, minum alkohol, dan kopi juga bisa menganggu lambung. Kebiasaan merokok juga bisa meningkatkan risiko sakit maag. (makanya jangan pada ngerokok !) Selain pola makan tak teratur, penyakit maag juga bisa disebabkan oleh bakteri bernama helicobacter pylori. Bakteri ini hidup di bawah lapisan selaput lendir dinding bagian dalam lambung. Fungsi lapisan lendir di lambung adalah untuk melindungi dinding lambung dari kerusakan akibat asam yang diproduksi lambung. Jika tidak terdeteksi, bakteri ini akan terus berkembang-biak dan membentuk tukak lambung. Efeknya bisa mengakibatkan kanker lambung. "Itu bisa terjadi karena luka tidak diobati dan dibiarkan dalam waktu yang lama," terang Mulyadi.
Bakteri ini bisa masuk dalam tubuh manusia lewat makanan. Karena kurang higienis, makanan bisa terkontaminasi faeses yang mengandung bakteri itu.
Menurut Anastacia, sakit maag dapat berlangsung dalam waktu singkat, kambuh-kambuhan atau kronis (menahun). Bila berlangsung lama, pengobatannya juga butuh waktu tidak sebentar.
Selain pengobatan, Anda juga harus disiplin menjaga pola makan. Tak kalah penting juga perlu mengurangi konsumi obat-obatan golongan NSAID (non steroidal anti-inflammatory drugs). Berberapa jenis obat yang masuk golongan ini adalah obat-obatan yang berkhasiat meredakan nyeri (analgesik), menurunkan panas tubuh (antipiretik), serta pereda radang (anti-inflamasi).
Selain pengobatan, Anda juga harus disiplin menjaga pola makan. Tak kalah penting juga perlu mengurangi konsumi obat-obatan golongan NSAID (non steroidal anti-inflammatory drugs). Berberapa jenis obat yang masuk golongan ini adalah obat-obatan yang berkhasiat meredakan nyeri (analgesik), menurunkan panas tubuh (antipiretik), serta pereda radang (anti-inflamasi).
“Sebenarnya, penyakit maag pun belum tentu bisa menjadi tanda awal adanya kanker lambung. Jika penyakitnya tidak ada masalah setelah diobati atau tidak muncul lagi, itu hanya sakit maag saja. Tetapi jika setelah diobati penyakitnya berulang, bisa jadi merupakan tanda adanya kanker lambung. Oleh karena itu perlu pemeriksaan melalui endoskopi,” kata dokter Ari.
Namun, maag hanya merupakan salah satu dari sekian gejala kanker lambung. Gejala lainnya adalah perut kembung seperti kekenyangan, muka pucat, buang air besar hitam, berat badan turun, dan muntah darah. “Jika maag disertai gejala-gejala tersebut, maka orang itu sudah pasti menderita kanker lambung,” kata dokter Ari.
Kanker Lambung
Penyebab :

Kanker lambung sering dimulai pada sisi dimana lapisan lambung meradang. Tetapi banyak ahli yakin bahwa peradangan adalah akibat dari kanker lambung, bukan sebagai penyebab kanker.
Beberapa ahli berpendapat, ulkus gastrikum bisa menyebabkan kanker. Tapi kebanyakan penderita ulkus dan kanker lambung, kemungkinan sudah mengidap kanker yang tidak terdeteksi sebelum tukaknya terbentuk.
Helicobacter pylori, kuman yang memegang peranan penting dalam ulkus duodenalis, juga bisa berperan dalam terjadinya kanker lambung.
Polip lambung, suatu pertumbuhan jinak yang berbentuk bundar, yang tumbuh ke dalam rongga lambung, diduga merupakan pertanda kanker dan oleh karena itu polip selalu diangkat. Kanker mungkin terjadi bersamaan dengan jenis polip tertentu, yaitu polip yang lebih besar dari 1,8 cm atau polip yang jumlahnya lebih dari 1.
Faktor makanan tertentu diperkirakan berperan dalam pertumbuhan kanker lambung.
Faktor-faktor ini meliputi :
- asupan garam yang tinggi
- asupan karbohidrat yang tinggi
- asupan bahan pengawet (nitrat) yang tinggi
- asupan sayuran hijau dan buah yang kurang.
Tetapi tidak satupun dari faktor-faktor tersebut yang telah terbukti menyebabkan kanker.
Tanda & Gejala :
Pada stadium awal kanker lambung, gejalanya tidak jelas dan sering tidak dihiraukan.
Jika gejalanya berkembang, bisa membantu menentukan dimana lokasi kanker lambung tersebut. Sebagai contoh, perasaan penuh atau tidak nyaman setelah makan bisa menunjukkan adanya kanker pada bagian bawah lambung.
Penurunan berat badan atau kelelahan biasanya disebabkan oleh kesulitan makan atau ketidakmampuan menyerap beberapa vitamin dan mineral.
Anemia bisa diakibatkan oleh perdarahan bertahap yang tidak menyebabkan gejala lainnya. Kadang penderita juga bisa mengalami muntah darah yang banyak (hematemesis) atau mengeluarkan tinja kehitaman (melena).
Bila kanker lambung bertambah besar, mungkin akan teraba adanya massa pada dinding perut.
Pada stadium awal, tumor lambung yang kecil bisa menyebar (metastasis) ke tempat yang jauh. Penyebaran tumor bisa menyebabkan pembesaran hati, sakit kuning (jaundice), pengumpulan cairan di perut (asites) dan nodul kulit yang bersifat ganas.
Pada stadium awal, tumor lambung yang kecil bisa menyebar (metastasis) ke tempat yang jauh. Penyebaran tumor bisa menyebabkan pembesaran hati, sakit kuning (jaundice), pengumpulan cairan di perut (asites) dan nodul kulit yang bersifat ganas.
Penyebaran kanker juga bisa menyebabkan pengeroposan tulang, sehingga terjadi patah tulang.
Diagnosis :
Gejala kanker lambung bisa dikelirukan dengan tukak lambung. Bila gejala tidak hilang setelah penderita minum obat untuk ulkus atau bila gejalanya meliputi penurunan berat badan, maka dicurigai suatu kanker lambung.
Pemeriksaan rontgen yang menggunakan barium untuk menandai perubahan di permukaan lambung sering dilakukan, tetapi jarang bisa menemukan kanker lambung yang kecil dan dalam stadium awal.
Endoskopi adalah prosedur diagnostik yang paling baik karena :
- memungkinkan dokter melihat lambung secara langsung
- bisa mencari adanya Helicobacter pylori, kuman yang berperan dalam kanker lambung
- bisa mengambil contoh jaringan untuk pemeriksaan mikroskopis.
perawatan :
Polip lambung jinak diangkat dengan menggunakan endoskopi. Bila karsinoma ditemukan di dalam lambung, pembedahan biasanya dilakukan untuk mencoba menyembuhkannya. Sebagian besar atau semua lambung dan kelenjar getah bening di dekatnya ikut diangkat.
Bila karsinoma telah menyebar ke luar dari lambung, tujuan pengobatannya adalah untuk mengurangi gejala dan memperpanjang harapan hidup. Kemoterapi dan terapi penyinaran bisa meringankan gejala. Hasil kemoterapi dan terapi penyinaran pada limfoma lebih baik daripada karsinoma. Mungkin penderita akan bertahan hidup lebih lama bahkan bisa sembuh total.
Gaya hidup sehat menjadi langkah awal untuk menjaga diri dari kanker lambung. Antara lain dengan mengurangi makanan yang merangsang, makanan yang dibakar seperti sate atau barbeque (makanya klo malem gak boleh makan sate ya ! kata Kakak ku), menghentikan kebiasaan merokok serta minum alkohol, serta memperbanyak konsumsi buah dan sayuran. Bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit maag, sangat disarankan untuk secepatnya melakukan pemeriksaan melalui endoskopi (teropong) sehingga bisa melihat kondisi lambung dan keberadaan bakteri Helicobacter Pylori untuk proses penyembuhan lebih cepat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar