Kamis, 20 Mei 2010

Jamur Beracun




Di Indonesia, kasus keracunan jamur cukup sering terjadi. Untuk itu diharapkan artikel ini dapat membantu masyarakat agar dapat membedakan jamur beracun dan tidak beracun.

Keracunan yang disebabkan oleh jamur tingkat keparahannya bermacam-macam ada yang hanya membuat pemakannya berhalusinasi dan ada juga yang mematikan. Jenis jamur Psilocybe misalnya dipercaya hanya memiliki efek halusinogenik, yang kalau dimakan atau dihisap akan menyebabkan halusinasi. Senyawa mematikan pada jamur beracun ada beberapa macam misalnya Kholin, Kholin dikenal sebagai senyawa racun yang paling berbahaya dan paling mematikan. Muskarin, juga racun jamur yang cukup berbahaya dan mematikan. Dengan takaran antara 0,003-0,005 gram sudah dapat membunuh manusia.

Jenis-jenis jamur yang memiliki senyawa berikut diantaranya Amanita, Lepiota, Russula, Collybia, dan Boletus (Supa Upas). Dapat pula jenis jamur tidak beracun menjadi beracun kalau dibiarkan membusuk karena kemungkinan besar pada jamur membusuk akan ditumbuhi bakteri penghasil racun, seperti Clostridium, Pseudomonas, dan Salmonella.

Ciri-ciri jamur beracun diantaranya :

(1) Jenis jamur beracun pada umumnya mempunyai warna yang mencolok: merah-darah, hitam-legam, biru-tua, ataupun warna-warna lainnya. Walaupun ada pula jenis jamur beracun yang mempunyai warna terang (kuning muda) atau putih, dan jamur yang dapat dimakan berwarna gelap, misal coklat-tua.

(2) Jenis jamur beracun dapat menghasilkan bau yang menusuk hidung, seperti bau telur busuk ataupun bau amoniak.

(3) Jenis jamur beracun mempunyai cincin atau cawan. Walaupun ada yang sebaliknya, seperti jamur-merang mempunyai cawan dan jamur kompos mempunyai cincin, tetapi tidak beracun.

(4) Jenis jamur beracun umumnya tumbuh pada tempat yang kotor misalnya tempat pembuangan sampah, kotoran kandang, dan sebagainya. Walaupun untuk penanaman dan pemeliharaan jamur kompos justru dipakai kotoran kandang/kotoran kuda.

(5) Kalau jenis jamur beracun dikerat oleh pisau yang terbuat dari perak, atau dikerat oleh pisau biasa kemudian benda perak didekatkan kepada keratan tadi, maka pada benda perak terbentuk warna hitam atau biru, itu menandakan bahwa jamur tersebut beracun.

(6) Jenis jamur beracun cepat sekali berubah warna, misal dari putih ke warna gelap, kalau dimasak atau dipanaskan.

(7) Ada kebiasaan yang turun-temurun di antara petani di desa untuk menentukan apakah jamur beracun atau tidak, dengan jalan memepes jamur bersama nasi putih. Kalau kemudian warna nasi berubah menjadi warna gelap, menandakan bahwa jamur termasuk jenis beracun.

(8) Di banyak negara Eropa dan Amerika, banyak "pemburu jamur" yang sengaja membawa babi terlatih untuk membedakan jenis beracun dan tidak.

Cara lain yang dianjurkan kalau menemukan jenis jamur dan ingin mengetahui apakah termasuk jenis beracun atau tidak adalah dengan menanyakan kepada penduduk setempat. Karena biasanya, penduduk setempat sedikit banyak akan mengetahuinya, atau dapat memberikan penjelasannya.



Selasa, 04 Mei 2010

Meteoroid, Meteor, dan Meteorit





Did you know ? bahwa bumi ini sudah tua ? bahwa atmosfer sudah tidak bisa lagi menjaga bumi ini karena terdapat lubang-lubang di atmosfer ? bahwa lubang tersebut d akibatkan oleh manusia itu sendiri ? kita tidak pernah memikirkan semua itu. Buktinya kita masih saja mencemari udara,menebang pohon sembarangan, membakar hutan untuk pembukaan lahan baru, dan mendirikan pabrik-pabrik dan memakai alat transportasi. Hal tersebutlah yg menyebabkan bumi kita tercinta ini tercemar oleh polusi udara yang menyebabkan rusaknya lapisan Ozon. Lapisan Ozon adalah lapisan pelindung troposfer & permukaan bumi dari sinar ultraviolet dan benda-benda angkasa yang akan merusak bumi. Kita bisa bayangkan jika lapisan Ozon rusak udara di bumi akan semakin panas dan menyebabkan es di kutub mencair sehingga mengakibatkan naiknya volume air di permukaan bumi, juga tidak dapat menjaga permukaan bumi dari benturan-benturan benda angkasa yg akan menghantam bumi terutama Meteor. Oleh karena itu kali ini Q akan sedikit mengulas tentang Meteor dan Meteorit.


Taukah Kalian apa bedanya Meteoroid, Meteor, dan Meteorit ? Meteoroid (shooting Star) merupakan benda angkasa yg bergerak memasuki atmosfer karena gaya tarik bumi. Berjuta-juta meteor jatuh ke bumi setiap hari, tetapi hanya sedikit saja yang sampai ke Bumi karena habis terbakar di angkasa. Menurut ilmuwan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Bill Cooke diperkirakan 20 sampai 30 meteor akan jatuh perjam di atas langit Amerika Serikat. Sedangkan di Asia, 200-300 meteor jatuh per jamnya. Sedangkan meteor adalah Meteoroid yang memasuki atmosfer bumi tetapi belum sampai di permukaan. Gambar disamping adalah peta tempat jatuhnya meteor.

Meskipun pada umumnya meteor berukuran kecil, tetapi ada pula meteor yang berukuran cukup besar yang tidak habis terbakar melalui udara dan sebagian mencapai Bumi. Batu meteor yang berhasil mencapai permukaan bumi tersebut disebut Meteorit. Kalian tahu nggak ternyata Q lahir & ultah (18 Nov) d barengin hujan meteor lho… tp, knapa Q gk pnya indera keenam ya ? ><” huff.. Tepatnya di barengin ma Hujan meteor Leonid. Hujan meteor Leonid sebenarnya tampak setiap tahun sekitar 14-19 November dengan puncaknya pada tanggal 17-18 November. Hujan meteor Leonid adalah serpihan debu Komet Tempel-Tuttle yang melintasi sistem tata surya kita tiap 33 tahun sekali. Nah, sekarang kalian semua sudah tahu kan apa bedanya Meteoroid, Meteor, dan Meteorit.


Kalian tau nggak Seorang ilmuwan Belanda memperkirakan bahwa ribuan tahun lagi bumi akan memasuki suatu wilayah berkabut di luar tatasuryanya, yang berisi jutaan meteor. Wilayah yang sangat luas itu di beri nama Kabut Oort (benturan Meteor raksasa), hal ini sudah pernah terjadi pada zaman dinosaurus. Dan di duga sebagai akibat dari punahnya spesies Dinosaurus.


1. Batu besar tersebut akan terbakar melalui atmosfer bumi. Batu tersebut akan bergerak menuju bumi dalam keadaan terbakar seperti ribuan panah api yang melesat di angkasa.
2. Akan muncul badai akibat desakan udara yang luar biasa. Badai itu sangatlah kencang akibat terdesak batu yang sangat besar tsb.


3. Langit akan menjadi gelap disebabkan abu meteor yang memenuhi angkasa. Diperkirakan separuh dari massa batu tersebut terbakar menjadi abu.
4. Material meteor tersebut tidak habis terbakar semua di angkasa, sisanya akan jatuh ke bumi dan menghasilkan tabrakan yang sangat dahsyat menimbulkan gelombang permukaan tanah atau gempa. Skalanya sudah dipastikan di atas 8 SR, jika jatuhnya dipermukaan laut akan mengakibatkan Tsunami yang sangat dahsyat.

5. Setelah meteor tersebut jatuh ke permukaan bumi, dia akan terus melesat ke dalam perut bumi, menuju pusat magma. Akibatnya magma dalam perut bumi akan terdesak keluar. Dan kemudian Bumi akan hancur.

Tapi kita nggak harus percaya dengan itu semua, soalnya hanya Alloh SWT yg tau kapan dunia ini akan berakhir (wallohualam). Tapi gak da salah nya buat jaga-jaga dari sekarang caranya dengan meminimalisir polusi udara, menanam tanaman di pekarangan rumah, menghemat pemakaian listrik, membudidayakan pemakaian sepeda + berjalan dibandingkan memakai alat transportasi (Sbenrnya Q lebih setuju pakai sepeda dari pada motor alnya klo pake motor trus jatuh berat ngangkatnya eya gk ? hehe..). sebaiknya kita harus Save our world, heal our world. Sebelumnya q minta ma’af apabila ada kesalahan kata dalam tulisan tsb. (maklum artikel pertama yg ku tulis) Q harap bisa mendapatkan kritik dan saran dari para pembaca. Sebelum dan sesudahnya Q ucapkan terima kasih.